Meskipun ketika hamil gua rajin browsing tentang proses melahirkan , ikut kelas edukasi kelahiran , dan baca-baca The Baby Book , setelah melahirkan kok ya rasanya masih 'bodoh' banget. Bagaikan orang ling lung aja deh , blank harus ngapain dengan bayi yang tiba-tiba udah ada di rumah.
Seandainya aja gua tahu beberapa hal ini , mungkin gua mampu menghindari sebagian drama emak-emak anyaran. Hehehe kehidupan ibu gres memang penuh drama dan kekuatiran! Kalo gua , dramanya seputar duduk perkara persusuan sih.
Cara menyusui yang gua pelajari dari dikunjungi konselor laktasi:
1. Prop yourself with nursing pillow or piles of pillow around you. Bantal-bantal ditumpuk di atas paha hingga ketinggiannya pas. letakkan juga bantal di punggung semoga nyaman.
2. Jika menyusui payudara kiri: Tidurkan bayi di atas bantal sambil pegang tengkuk bayi dengan tangan kanan. Jari yang pegang tengkuk yaitu ibu jari , telunjuk dan jari tengah.
3. Pegang payudara kiri dengan tangan kiri , arahkan payudara ke lisan bayi.
4. Dengan asisten yang memegang tengkuk bayi , arahkan kepala bayi menuju puting.
5. Mulut bayi terbuka lebar. Leppp. Pastikan areola juga masuk lisan bayi (bukan cuma puting).
Dari klinik laktasi Carolus , gua diajari menyusui tanpa properti bebantalan. Langkah nomor 1 di atas diganti dengan: Posisikan bayi lurus , dadanya bertemu dada kita (menghadap ibu). Kempit kaki bayi dengan lengan kanan , sementara jari memegang tengkuk bayi untuk diarahkan ke payudara. Langkah selanjutnya sama ibarat di atas. Payudara kiri diarahkan ke lisan bayi dengan tangan kiri.
Nah kalo galau , silakan hubungi konselor laktasi terdekat yaaa :D
Problematikaku bayi disusui berjam-jam tapi tetap lapar , ternyata memang karena cuma ngempeng nggak dapat ASI T_T Kalau bayinya sudah mulai ngempeng atau ketiduran karena capek menghisap , mampu dilakukan teknik kompresi payudara. Jika belum berhasil juga , maka dilakukan tindakan semoga pemikiran ASI lebih deras , misalnya ya minum booster ASI atau whatever trick works for you (dipijet suami , online shopping :p , atau langkah terakhir ke obat domperidone).
Malah ada web yang bilang , untuk ibu yang menyusui bayinya eksklusif , biasanya mompa sejumlah 0.5 - 2 oz , atau 15 - 60 ml. Jumlah yang lebih dari itu , berarti supply ASI si ibu berlebih , atau memang dilatih semoga overproduksi. Ibu bekerja 'kan dilatih untuk memakai pompa & mampu dapat LDR tanpa dikenyot eksklusif oleh bayi.
Yang terperinci , berapapun hasil pompanya harus disyukuri. Yang penting distimulasi terus supaya makin banysk produksinya , entah disusui atau dipompa.
Sayang gres berguru mompa-nyusui setelah dedek 2.5 bulan. Padahal bila trik ini dilakukan semenjak dini , mungkin gua nggak perlu suplementasi dengan formula sebanyak yang dulu , dan produksi ASI mampu terpancing lebih banyak.
Buat kau , apa ada hal-hal yang kau harap udah tau waktu jadi emak anyaran? Share yaaaa...
Seandainya aja gua tahu beberapa hal ini , mungkin gua mampu menghindari sebagian drama emak-emak anyaran. Hehehe kehidupan ibu gres memang penuh drama dan kekuatiran! Kalo gua , dramanya seputar duduk perkara persusuan sih.
Tentang Penyusuan
1. Menyusui Bayi Newborn Harus 2 Jam Sekali , Itu Benar!
Dulu gua kasihan lihat dedek tidur pulas. Nggak tega bangunin untuk disusuin. ini salah!! Newborn memang hobi tidur! Kalo bukan kita yang bangunin dengan paksa untuk menyusui , mampu berakibat (a) Bayi kuning karena bilirubinnya nggak kebuang lewat pipis / pup , (b) ASI kurang terstimulasi karena jarang dihisap , dan (c) Berat tubuh bayi gak naik-naik. Penyusuan 2 jam sekali ini dilakukan hingga berat tubuh bayi naik mencapai target kenaikan BB bayi minimum 150 gram per minggu. Setelah itu boleh deh dibiarin tidur agak lama.2. Konsultasi Dengan Ahli Laktasi Sedini Mungkin
Supaya nggak ada drama-drama akhir pelekatan yang nggak sesuai. Ternyata menyusui nggak semudah "gendong bayi , arahkan kepalanya ke payudara , lalu LEPPP bayinya minum". Ada teknik-tekniknya supaya pelekatannya tepat , sehingga bayi mampu menghisap dengan optimal dan puting nggak sakit. Pelekatan nggak tepat , efeknya mampu bikin payudara bisul sementara dedeknya nggak mampu nyedot ASI-nya. Nangis-nangis deh dedeknya , ibunya stress...Cara menyusui yang gua pelajari dari dikunjungi konselor laktasi:
1. Prop yourself with nursing pillow or piles of pillow around you. Bantal-bantal ditumpuk di atas paha hingga ketinggiannya pas. letakkan juga bantal di punggung semoga nyaman.
2. Jika menyusui payudara kiri: Tidurkan bayi di atas bantal sambil pegang tengkuk bayi dengan tangan kanan. Jari yang pegang tengkuk yaitu ibu jari , telunjuk dan jari tengah.
3. Pegang payudara kiri dengan tangan kiri , arahkan payudara ke lisan bayi.
4. Dengan asisten yang memegang tengkuk bayi , arahkan kepala bayi menuju puting.
5. Mulut bayi terbuka lebar. Leppp. Pastikan areola juga masuk lisan bayi (bukan cuma puting).
Dari klinik laktasi Carolus , gua diajari menyusui tanpa properti bebantalan. Langkah nomor 1 di atas diganti dengan: Posisikan bayi lurus , dadanya bertemu dada kita (menghadap ibu). Kempit kaki bayi dengan lengan kanan , sementara jari memegang tengkuk bayi untuk diarahkan ke payudara. Langkah selanjutnya sama ibarat di atas. Payudara kiri diarahkan ke lisan bayi dengan tangan kiri.
Nah kalo galau , silakan hubungi konselor laktasi terdekat yaaa :D
3. Bayi Ngenyot Payudara , Belum Tentu Dia Minum
Ternyata mnyusui pun harus diperhatikan , bayinya beneran minum apa cuma ngempeng. Bayi ketiduran belum tentu beliau sudah kenyang. Newborn memang ngantuk terus! Cek apakah bayi minum / ngempeng dari video di sini.Problematikaku bayi disusui berjam-jam tapi tetap lapar , ternyata memang karena cuma ngempeng nggak dapat ASI T_T Kalau bayinya sudah mulai ngempeng atau ketiduran karena capek menghisap , mampu dilakukan teknik kompresi payudara. Jika belum berhasil juga , maka dilakukan tindakan semoga pemikiran ASI lebih deras , misalnya ya minum booster ASI atau whatever trick works for you (dipijet suami , online shopping :p , atau langkah terakhir ke obat domperidone).
4. Berat Badan Bayi Harus Dipantau
Dulu gua nggak ngeh bila berat tubuh bayi harus dipantau terus , minimal naik 150 gram per minggu. Kaprikornus totalnya naik 600 gram sebulan , dihitung dari berat lahir. Baru tau si dedek kurang berat tubuh menjelang umurnya 1 bulan. Alamak setres dehhh...
5. Tanda-tanda Kecukupan ASI
Selain memantau berat tubuh , jumlah pipis bayi juga harus dihitung. Itu sebabnya banyak yang menyarankan pakai popok kain , sehingga kehitung berapa kali si bayi pipis. Setelah 5 hari , minimal bayi pipis 6x dalam sehari. Untuk tanda-tanda kecukupan ASI lainnya mampu dilihat di sini.
Tentang Pompa ASI
6. Pompa ASI Harus Ada Sejak Awal Melahirkan
Bukan , bukan karena ingin punya stok ASI sekulkas , tapi untuk 'memancing' ASI semoga capat keluar , di ketika bayi lagi tidur. Newborn tidur mulu! Payudara kurang terstimulasi.7. Hasil Pompa Sedikit , Tidak Masalah
Karena ASI yang dipompa bukanlah gambaran jumlah ASI di payudara. Hisapan bayi lebih optimal untuk mengambil ASI. Tau kan , ada LDR (let down reflex) setelah beberapa ketika bayi ngenyot , dimana ASI keluar lebih deras tetesannya (atau bahkan nyemprot). Nah , ketika mompa belum tentu dapat LDR ini.Malah ada web yang bilang , untuk ibu yang menyusui bayinya eksklusif , biasanya mompa sejumlah 0.5 - 2 oz , atau 15 - 60 ml. Jumlah yang lebih dari itu , berarti supply ASI si ibu berlebih , atau memang dilatih semoga overproduksi. Ibu bekerja 'kan dilatih untuk memakai pompa & mampu dapat LDR tanpa dikenyot eksklusif oleh bayi.
Yang terperinci , berapapun hasil pompanya harus disyukuri. Yang penting distimulasi terus supaya makin banysk produksinya , entah disusui atau dipompa.
8. Pompa ASI Sambil Menyusui
Ternyata bila mau dapat LDR ketika mompa , lakukanlah sambil nyusui. This trick works for me. Caranya , menyusui dengan posisi football (dedek ditopang dengan bantal & asisten di payudara kanan) , sementara tangan kiri pegang pompa (aku pake manual) di payudara kiri. Saat LDR mulai terasa , pencet dah tuh pompa , lumayan dapatnya.Sayang gres berguru mompa-nyusui setelah dedek 2.5 bulan. Padahal bila trik ini dilakukan semenjak dini , mungkin gua nggak perlu suplementasi dengan formula sebanyak yang dulu , dan produksi ASI mampu terpancing lebih banyak.
Tentang Baby Blues
It is okay to feel a little bit blue after your little one arrived. Segala drama , nangis-nangis karena banyak sekali problematika ibu gres , nggak perlu bikin kita berkecil hati dan merasa jadi ibu yang gagal. Masalah ASI , entah ASI kurang , puting lecet , penyusuan berjam-jam , ternyata BANYAK BANGET yang mengalami. Kamu nggak sendirian. This too shall pass.Buat kau , apa ada hal-hal yang kau harap udah tau waktu jadi emak anyaran? Share yaaaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar